"Sesungguhnya Allah Akan Mengangkat Derajat Orang Yang Beriman dan Memiliki Ilmu Pengetahuan Beberapa Derajat"
Tampilkan postingan dengan label Al-Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2016

Pergerakan Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN
(Sarana Penegak Agama Islam)
Oleh : Aby Quhava Ahda Al-Banjary


Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah islam amar ma'ruf nahi mungkar belum banyak difahami secara mendalam oleh masyarakat bahkan oleh warga Muhammadiyah sendiri. Sebagian ada yang menganggap Muhammadiyah sebagai agama, sehingga sering dahulu didengar ada seorang ayah yang berpesan dengan anak perempuannya bahwa jika nanti ia akan menikah, maka harus dengan orang islam, asal jangan pilih orang Muhammadiyah. Muhammadiyah seolah dianggap agama baru karena diawal kemunculannya gerakan yang dilakukan tidak sama dengan apa yang dilakukan atau di amalkan oleh orang kebanyakan. Ada juga yang mengatakan bahwa kita itu harus mengikuti Al-Quran dan Sunnah yang shahih sebagai pedoman hidup baik terkait akidah, ibadah maupun muamalah, oleh sebab itu mengikuti himpunan putusan tarjih dianggap tidak mengikuti dua sumber ajaran islam utama tersebut.

Senin, 19 September 2016

JANGAN PACARAN!

MASIH PACARAN???
Jadikan S.A.H (Sudahi atau Halalkan)
Oleh : Abu Quhava Ahda Al-Banjary




Budaya pacaran dianggap hal yang biasa oleh sebagian besar orang, terlebih saat ini dunia intertaintment seolah mengajarkan agar setiap orang, bahkan anak bau kencur sekalipun untuk menjalin hubungan yang mengatasnamakan cinta yang biasa disebut pacaran.

Senin, 12 September 2016

Ibadah Qurban


MANAGEMENT PENGELOLAAN IBADAH SOSIAL
"Menghindari Mudarat meraih Manfaat"
 oleh : Abu Quhava Ahda Al-Banjary



Ibadah Qurban menjadi rutinitas sebagian besar kaum muslimin yang memiliki kelebihan harta di tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah, bahkan sebagian mustad'afin pun tetap semangat untuk berkurban di tengah keterbatasan. Ibadah yang meneladani Nabi Ibrahim dan Ismail ini merupakan perwujudan kecintaan yang amat tinggi kepada yang sepantasnya mendapatkan cinta yakni Allah SWT dan juga bentuk kecintaan kepada sesama dalam bentuk ibadah sosial yang imbasnya dirasakan masyarakat secara luas.
Shahibul Qurban seyogyanya memahami bahwa ibadah Qurban bukan hanya sesuatu yang zahir terlihat, disaksiakn dan dirasakan oleh orang lain, tetapi lebih dari itu merupakan kesadaran akan hakikat sebenarnya dari ibadah qurban yakni berupa pendekatan diri kepada Allah dan perwujudan ketakwaan. Karena hewan yang disembelih ataupun darah yang dialirkan dalam ibadah qurban tidak akan sampai kepada Allah, yang sampai adalah ketakwaan dari orang yang berqurban (shahibul qurban)

Kamis, 08 September 2016

Hiburan dan Tontonan

TONTONAN DAN DAMPAK BURUKNYA
Oleh Abu Quhava Ahda Al-Banjary



Tayangan televisi sudah sangat memprihatinkan, tontotan yang disajikan lebih banyak berisi muatan-muatan (konten)yang berpotensi merusak karakter para pemirsanya. Memang diakui beberapa acara televisi masih berisi materi yang baik dan bermanfaat, namun jika dipersentasekan jumlahnya tidak sebanding dengan tayangan yang bersifat merusak.

Rabu, 07 September 2016

Spirit Warga Muhammadiyah

WARGA MUHAMMADIYAH DAN FARDHU KIFAYAH
(Semangat Ibadah Secara Kolektif)
oleh : Abu Quhava Ahda Al-Banjary




Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Alabio (salah satu daerah di Kab. Hulu Sungai Utara) kurang lebih enam belas tahun yang lalu, ada sebuah kegiatan yang sangat berkesan (kalau boleh disebut budaya) yang dilakukan oleh warga Muhammadiyah  yang baru penulis temukan, meskipun penulis juga lahir dari keluarga Muhammadiyah namun ada sedikit perbedaan terkait budaya tersebut antara di Alabio dengan di tempat lahir penulis. Alabio yang dikenal sebagai tempat awal tumbuhnya organisasi Muhammadiyah di Kalimantan memang termasuk basis organisasi yang cukup kuat. Namun saat ini sebagaimana daerah lain, Alabio cukup kesulitan melahirkan kader militan serta berwawasan berkemajuan dalam menjaga dan mengembangkan organisasi yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan ini.

Muhasabah

Cerdas Menyikapi Kekurangan dengan Muhasabah Diri
oleh : Abu Quhava Ahda Al-Banjary



Ketika sekolah mungkin kita masih ingat sebuah pribahasa  "Semut di seberang lautan tampak, Gajah di pelupuk mata tak tampak". Pribahasa ini paling tidak menggambarkan tentang keadaan seseorang yang sangat melihat sesuatu yang jauh, meskipun sangat kecil. Di waktu yang sama ia malah tidak melihat sesuatu  yang dekat dengannya, meskipun hal itu sangat besar. Hal terkait penomena semut dan gajah di atas tampak menjadi sesuatu yang kelihatan mustahil terjadi, karena bagaimana orang mampu melihat sesuatu yang kecil dan jauh dan malah tidak mampu melihat yang besar lagi dekat. Akan tetapi kenyataannya memang terjadi dalam realita kehidupan makhluk yang bernama manusia, sering orang lebih awas akan sesuatu yang ada pada orang lain, terlebih lagi jika itu aib dan kekurangan. Tetapi ia seolah buta akan apa yang ada pada dirinya meskipun itu jauh lebih besar dari aib dan kekurangan orang lain.

Kamis, 25 Agustus 2016

Menggunjing (Ghibah)

GHIBAH
Dosa Kanibalisme yang Tidak Disadari
oleh : Abu Quhava Ahda Al- Banjary


Sering sekali tanpa sadar kita menggunjing saudara kita, apakah dalam ngobrol santai atau dalam forum resmi bahkan dalm pengajian agama. Padahal perbuatan ghibah merupakan dosa yang berat. Bahkan Allah SWT mengumpamakan orang yang berbuat ghibah laksana kanibal, perbuatan yang tentu saja sangat menjijikan dalam pandangan akal sehat manusia. 

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Janganlah kalian menggunjingkan satu sama lain. Apakah salah seorang dari kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” [QS Al Hujurat: 12]

Lebih jauh lagi dalam hadist yang diriwayatkan oleh  Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah bersabda:

Rabu, 24 Agustus 2016

Tantangan Dakwah

Tantangan Dalam Dakwah
Medan Berat Pewaris Anbiya, Media Ummat Untuk Introspeksi
oleh : Abu Quhava Ahda Al-Banjary




Tantangan dakwah memang amat berat, beberapa ayat Al-Qur'an banyak bercerita bagaimana para Rasul ditentang habis-habisan oleh umatnya sendiri bahkan oleh keluarganya. Ada yang dikatakan orang gila, membawa kerugian, membawa kehancuran, dikatakan sok suci dan hinaan lain yang semisalnya, bahkan ada yang sampai dibunuh. Tantangan tidak hanya dialami oleh para rasul tetapi juga oleh orang yang mengikuti dakwah tersebut. Sehingga tantangan dan hambatan dapat dikatakan sebagai resiko bagi dakwah itu sendiri.
Mendakwahkan (menyampaikan) agama ini merupakan tugas yang mulia, karena ia merupakan kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang mulia yakni para Rasul. Oleh sebab itu sangat beruntung orang-orang yang tetap istiqamah di atas jalan dakwah meski mendapatkan ujian berat baik secara fisik maupun psikis.
Tantangan dakwah akan semakin terasa ketika yang dilakukan adalah upaya "Tajdid". Upaya Tajdid merupakan upaya pembaharuan, akan tetapi bukan pembaharuan dalam makna umum yang berarti inovasi dari hal yang tidak ada menjadi ada. Konsep Tajdid adalah gerakan pembaharuan untuk mengembalikan kemurnian ajaran agama sesuai dengan konsep aslinya, sehingga upaya inovasi dan penggerogotan ajaran agama sangat ditentang. Mungkin menjadi pertanyaan pula mengapa upaya Tajdid itu ditentang?,karena upaya pemurnian ajaran agama  mengesankan sesuatu berbeda dari ajaran yang dipegang oleh orang kebanyakan. Ketika berbeda dengan mayoritas, maka akan dianggap sebagai ajaran sesat lagi menyesatkan, sehingga ia harus dicegah bahkan dihilangkan.

Senin, 15 Agustus 2016

HUKUM LEASING (PEMBIAYAAN)

HUKUM LEASING DALAM PANDANGAN ISLAM 


saat ini orang sudah dengan mudah memiliki kendaraan untuk berbagai keperluan baik sepeda motor atau mobil meskipun ia tidak memiliki uang tunai untuk membelinya. menjamurnya berbagai lembaga pembiayaan atau finance sangat membantu. tetapi yang selanjutnya menjadi masalah adalah apakah praktik yang berlaku di negara kita terebut dibenarkan dalam islam atau merupakan sesuatu yang haram???

berikut ini adalah posting yang saya copy dari blog Abu Aina Aidi Rahmat Bin Ali Badrun

Saudaraku.... !
istilah leasing berasal dari kata lease, yang berarti sewa menyewa.
Leasing terbagi ke pada dua macam :

Kewajiban Orang Tua

Kewajiban Menjaga Anak
(Imunitas Utama)

oleh : Abu Quhava Ahda Al- Banjary

menjaga keturunan agar senantiasa menjadi generasi yang mulia, berakhlak mulia dan tentunya menjadi anak yang shalih (shalihah). suami sebagai kepala keluarga bertanggung jawab penuh menjaga keluarga agar terhindar dari kejelekan-kejelekan hidup, baik selama di dunia dan terlebih lagi di akhirat. Allah Berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”(An-Nisa : 9). 

Memaknai Konsep Kesabaran

Sabar dalam segala keadaan

oleh : Abu Quhava Ahda Al- Banjary

 masalah akan senantiasa datang menyambangi hidup manusia, sebenarnya segala sesuatu bisa saja menjadi masalah atau bahkan menjadi pemicu motivasi tergantung dari sikap kita menghadapai dan menyikapinya.asam garam kehidupan yang akan terus datang silih berganti sampai berpisahnya jasad dari ruh.  oleh sebab itu tiada guna kita mengutuk sesuatu yang pasti mendatangi kita, tetapi yang perlu kita lakukan adalah mendewasakan diri dalam menyelesaikan masalah yang datang kepada kita.
kesabaran adalah senjata utama dalam menghadapi berbagai masalah hidup, mulai dari konflik yang bersifat pribadi (intern konflik) maupun terkait dengan konflik sosial (ekstern konflik).kesabaran adalah sesuatu yang tiada berujung dan tiada berbatas, oleh sebab itu ketika orang berkata :" kesabaran ku telah habis, atau sabar itu ada batasnya", maka ia secara terang-terangan mendeklarasikan ketidak mampuannya untuk bersabar.
ahli ilmu telah membagi sabar dalam tiga katagori :