"Sesungguhnya Allah Akan Mengangkat Derajat Orang Yang Beriman dan Memiliki Ilmu Pengetahuan Beberapa Derajat"

Rabu, 15 Maret 2017

PROFIL USTADZ / UTADZAH





1.      Nama                                   : KH. Ahmad Hadi Abwa, S.Ikom/ Tempat Tanggal Lahir      :/
         Alamat  :Jl. Pendidikan Desa Teluk Betung Alabio-HSU / Jabatan  : Direktur ( Mudirul Ma'had)




2.      Nama                                   : Ust. Muslikun Habib, S.Pd,SD./Tempat Tanggal Lahir      :
Alamat :Jl. Bintara Desa Sungai Pandan Hulu-Alabio-HSU/ Jabatan : Wakil Direktur Bag. Kurikulum




3.      Nama                                   : Ust. Abdurrahim, S.Sos/ Tempat Tanggal Lahir      :
Alamat : Gg. Al- Furqon Ds. Jarang Kuantan Kec. Amuntai Selatan-Amuntai-HSU/Jabatan : Wakil Direktur Bag. Kesantrian dan Humas




4.      Nama                                   : Ust. H. Khairil Muzakki
Tempat Tanggal Lahir    : / Alamat : Jl. Pahlawan Desa sungai Pandan Hilir- Alabio-HSU/ Jabatan  : Bendahara




5.      Nama                                   : Ust. Abdul Hakim, S.Ag
Tempat Tanggal Lahir  :/ Alamat : / Jabatan  : Pengajar




6.      Nama                                   : Ust. Laili Suhardi
Tempat Tanggal Lahir : / Alamat :   / Jabatan : Pengajar




7.      Nama                                   : Ust. H. Rizal Sapriani
Tempat Tanggal Lahir  : /Alamat : Ds. Tigarun Kec. Amuntai Tengah- Amuntai -HSU / Jabatan  : Pengajar




8.      Nama                                   : Ust. Sahlifani, S.Pd.I
Tempat Tanggal Lahir : Hambuku Tengah, Alamat  :  /Jabatan : Pengajar




9.      Nama                                   : Ust. Kholid Asy'ari
Tempat Tanggal Lahir :/Alamat  : Jl. Polder Rt. 1 Pandulangan Alabio-HSU/ Jabatan  : Pengajar




10.   Nama                                   : Ust. Khairiyadi, S.Pd
Tempat Tanggal Lahir  : /Alamat :Jl. Polder Rt. 1 Pandulangan Alabio-HSU/Jabatan : Pengajar




11.   Nama                                   : Ust. Yudi Amin, M.Pd/ Tempat Tanggal Lahir : / Alamat  :/Jabatan : Pengajar




12.   Nama                                   : Ust. Fitri, S.Pd/Tempat Tanggal Lahir     :/Alamat  :/Jabatan : Pengajar




13.   Nama                                   : Ust. Artani, A. ma/Tempat Tanggal Lahir :/Alamat :/Jabatan : Bagian Umum dan Sarpras




14.   Nama                                   : Ust. Pahrani, S.Pd/ Tempat Tanggal Lahir    :/Alamat :/Jabatan : Pengajar




15.   Nama                                   : Ust. Khairuzzakirin, A.mk
Tempat Tanggal Lahir  :/Alamat  :/Jabatan  : Pengajar




16.   Nama                                   : Ust. Masruni, S.Sos/ Tempat Tanggal Lahir  : Sungai Alang, 29 Januari 1989
Alamat : Jl. Polder Rt. 1 Pandulangan Alabio-HSU/ Jabatan : Bagian Administrasi




17.   Nama                                   : Ust. Rismayadi, S.H.I /Tempat Tanggal Lahir : Sungai Alang, 20 April 1988
Alamat : Jl. Negara Dipa Rt. 10 No. 13 Kel. Sungai Malang Amuntai /Jabatan : Bagian Administrasi



18.   Nama                                   : Ust. Muhammad Arsyad/Tempat Tanggal Lahir      :
Alamat :Jl. Polder Rt. 1 Pandulangan Alabio-HSU/Jabatan  : Bagian Dapur




19.   Nama                                   : Ust. Mukhlis, A.Mk/Tempat Tanggal Lahir      :
Alamat :Jabatan        : Pelatih Tapak Suci





20.   Nama                                   : Usth. Muzdalifah/ Tempat Tanggal Lahir      :
Alamat : Jl. Polder Rt. 1 Pandulangan Alabio-HSU/Jabatan : Pengajar




21.   Nama                                   : Usth. Andani, S.Pd
Tempat Tanggal Lahir      :
Alamat                                :
Jabatan                                : Pengajar




22.   Nama                                   :  Usth. Asmi Sa'adah
Tempat Tanggal Lahir      :
Alamat                                :
Jabatan                                : Pengajar





23.   Nama                                   : Usth. Nor Jannah
Tempat Tanggal Lahir      :
Alamat                                :
Jabatan                                : Pengajar




24.   Nama                                   : Usth. Junita Puwaningtyas
Tempat Tanggal Lahir      :
Alamat                                :
Jabatan                                : Pengajar




Selasa, 31 Januari 2017

Ujian Kenaikan Tingkat ( UKT)

SANTRI NURUL AMIN IKUTI UKT


Setelah sekian lama tidak mengadakan ujian kenaikan tingkat (UKT), Pimda HSU akhir kembali menggelar UKT meskipun dengan persiapan yang minim. Kegiatan UKT yang digelar sejak 27-29 Januari 2017 lalu merupakan buah kerja keras serta kerja sama Pimda TS 149 HSU yang baru saja dikukuhkan dengan panitia pelaksana yang diketuai Mukhlis, Amk, K.Md.

Minggu, 29 Januari 2017

pengukuhan Pimda dan UKT



PENGUKUHAN PIMDA TS 149 DAN UKT SISWA TAPAK SUCI HSU



Bertempat di Komplek Pendidikan Muhammadiyah Muallimin Alabio Kegiatan Pengukuhan Pimpinan Daerah (Pimda) 149 Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Siswa Tapak Suci Se- HSU berjalan sesuai harapan. Kegiatan dibuka pada hari jumat 27 Januari 2016 dengan dihadiri oleh Pimwil Tapak Suci Kalsel, PD Muhammadiyah HSU, PD Ortom HSU, pengurus IPSI HSU serta perwakilan beberapa perguruan Pencak Silat di wilayah HSU di antaranya PSHT dan Persinas ASAD.

Kamis, 12 Januari 2017

sarana MCK baru bagi Para santri

PERESMIAN SANIMAS KEMENTRIAN PU DI PONPES NURUL AMIN

Kegembiaraan dirasakan oleh Ponpes Nurul Amin, Mulai di jajaran Asatidz dan Pembina hingga para santri sehubungan dengan telah diresmikannya Bantuan Penggunaan Sanimas dari Kementrian PU dan Perumahan Rakyat (Dirjen Cipta Karya) Kalimantan Selatan. Bantuan yang diterima oleh Ponpes adalah 7 bangunan WC dan 3 Bangunan Kamar Mandi, dengan bantuan ini diharapkan kesulitan santri terkait MCK dapat teratasi. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari kamis (12/1) ini berjalan dengan khidmat dan baik.
Bangunan Ponpes Nurul Amin yang seiring berjalannya waktu memang mengalami beberapa kerusakan dan ketidakberfungsian beberapa sarana di antaranya sarana MCK santri. Masalah biaya memang menjadi kendala dalam kegiatan rehab, oleh sebab itu dengan bantuan dari Kementerian PU ini sangat dirasakan pengaruhnya.

Tugas selanjutnya terkait bantuan yang diperoleh ini adalah pemeliharaan, semua pihak berharap selain dapat digunakan sebaik-baiknya oleh para santri, sarana MCK ini dapat dipelihara dan menjadi tanggung jawab yang selalu para santri.



Selasa, 20 Desember 2016

Pergerakan Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN
(Sarana Penegak Agama Islam)
Oleh : Aby Quhava Ahda Al-Banjary


Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah islam amar ma'ruf nahi mungkar belum banyak difahami secara mendalam oleh masyarakat bahkan oleh warga Muhammadiyah sendiri. Sebagian ada yang menganggap Muhammadiyah sebagai agama, sehingga sering dahulu didengar ada seorang ayah yang berpesan dengan anak perempuannya bahwa jika nanti ia akan menikah, maka harus dengan orang islam, asal jangan pilih orang Muhammadiyah. Muhammadiyah seolah dianggap agama baru karena diawal kemunculannya gerakan yang dilakukan tidak sama dengan apa yang dilakukan atau di amalkan oleh orang kebanyakan. Ada juga yang mengatakan bahwa kita itu harus mengikuti Al-Quran dan Sunnah yang shahih sebagai pedoman hidup baik terkait akidah, ibadah maupun muamalah, oleh sebab itu mengikuti himpunan putusan tarjih dianggap tidak mengikuti dua sumber ajaran islam utama tersebut.

Minggu, 18 Desember 2016

pengkaderan Muhammadiyah

KRISIS KADER
(Bagian Petama)

Oleh Abu Quhava Ahda Al- Banjary



Krisis kader tampaknya menjadi kekhawatiran yang dirasakan oleh hampir semua pimpinan daerah muhammadiyah di Kalimantan selatan, atau mungkin menjadi momok dalam skala nasional. Kader memang memegang peran penting untuk melanjutkan gerak langkah persyarikatan (baca:muhammadiyah), sebab tidak mungkin sebuah organisasi besar seperti Muhammadiyah dapat berjalan jika tidak memiliki penerus perjuangan, yakni para kader.
Di beberapa tempat bahkan anak para pimpinan Muhammadiyah sendiri tampak enggan berkecimpung dalam organisasi yang digeluti orang tuanya, sehingga sering muncul tanggapan sinis : " Anaknya pimpinan Muhammadiyah saja tidak ikut kegiatan di Muhammadiyah".
Pengkaderan muncul dari kegiatan, ketika tidak ada kegiatan maka akan sangat sulit melahirkan kader, akan tetapi ketika telah banyak kegiatan yang dilakukan maka akan lebih mudah menghasilkan kader. Muhammadiyah sebagai gerakan besar dan di dalamnya ada organisasi otonom (ortom) seharusnya cukup mudah menghasilkan kader, karena setiap ortom yang dimiliki Muhammadiyah memungkinkan melakukan kegiatan yang dapat disesuaikan dengan tingkatan dan latarbelakang  setiap orang yang ada di masyarakat. Pada usia remaja/pelajar ada Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), di kalangan Mahasiswa ada ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), di kalangan Pemuda ada Pemuda Muhammadiyah, di kalangan pemudi ada Nasyiatul 'Aisyiah (NA), untuk para ibu ada Aisyiah,  serta bagi yang hobi beladiri ada Tapak Suci (TS) yang bisa membawahi, dan yang menyukai kegiatan kepanduan ada Hizbul Wathan (HW) yang bisa menaungi. Belum lagi amal usaha Muhammadiyah (AUM) yang jumlahnya tidak sedikit seharusnya juga bisa menjadi pencetak kader-kader Muhammadiyah. Dengan demikian mengapa masih sulit menghasilan kader?.

Rabu, 26 Oktober 2016

MUSABAQAH SANTRI

SIAP GELAR MUSABAQAH ANTAR SANTRI


Pondok Pesantren Nurul Amin kembali mempersiapkan diri untuk kegiatan Musabaqah (perlombaan) antar santrinya, agenda tahunan ini merupakan salah satu bagian program kerja organisasi santri yang dikenal dengan nama OPPNA. Acara ini juga telah masuk (terintegrasi) dalam kalender akademik ponpes.
Dalam kegiatan yang rencananya digelar pada tanggal 10-15 November 2016 ini kembali memperlombakan berbagai cabang di antaranya pidato tiga bahasa, tahfizh, kaligrafi (khot),kalamul 'arabi  wal inzilizi, Telling story dalam bahasa arab dan inggris, hadist  arbain, kerajinan tangan serta tapak suci.
Cabang-cabang lomba yang dilombakan diharapkan mampu mencetak santri yang nantinya mampu mewakili Ponpes Nurul Amin dalam berbagai kegiatan lomba baik di cabang seni maupun olahraga. Sebagaimana diketahui nurul amin berhasil mengirimkan santri terbanyak dalam kegiatan pecan olahraga dan seni antar pondok pesantren tingkat wilayah Kalimantan selatan, bahkan dua orang santri berhasil mewakili Kal-Sel pada ajang yang sama di tingkat Nasional yang digelar di Provinsi Banten.

Pada akhir bulan oktober ini panitia tengah bersiap dengan segenap kemampuan agar acara berjalan lancar, bahkan seleksi untuk lomba tapak suci sudah digelar sejak tanggal 16 Oktober yang lalu.

Rabu, 05 Oktober 2016

KEMERIAHAN MUSCAB KE-12

Seluruh santri dan asatidz Ponpes Nurul Amin Ambil bagian dalam kegiatan pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Muhamamdiyah Alabio ke-12 yang dihelat pada Minggu 02 oktober 2016. Setidaknya ada 2 (dua) kegiatan besar dalam mengisi pembukaan muscab kali ini para santri menunjukkan kebolehannya, yakni dalam seni beladiri dan seni peran atau akting.

Dalam seni beladiri para santri menampilkan kepiawaian mereka dalam peragaan jurus-jurus pencak silat di bawah bendera Tapak Suci Putra muhammadiyah, bahkan para pelatih yang terdiri dari Mukhlis, Masruni dan Rismayadi ikut ambil bagian dalam atraksi tersebut. Adapun dalam seni peran, kegiatan yang dipandu langsung oleh Ust. Abdurrohim dan Ust. Kholid Asy'ari menampilkan drama tentang sejarah KH. Jafri Umar, tokoh utama pencetus berdirinya Muhamamdiyah di Alabio.


muscab alabio

ALABIO GELAR MUSCAB BERSAMA KE- 12




Cabang Muhammadiyah Alabio baru saja melaksanakan kegiatan Musyawarah Cabang gabungan dengan mengambil tema " Gerakan Pencerahan Menuju Masyarakat Hulu Sungai Utara yang berkemajuan". Kegiatan yang dilaksanakan Ahad 01 Muharram 1438 H / 02 Oktober 2016 ini mengambil tempat di komplek perguruan Muhammadiyah Mu'allimin berlangsung semarak. Kegiatan ini di hadiri oleh Pimpinan Muhammadiyah tingkat daerah serta pimpinan Cabang di lingkungan Hulu Sungai Utara, undangan dan warga serta simpatisan Muhammadiyah. Kegiatan pembukaan Musyawarah cabang di awali dengan pawai Ta'aruf yang diikiti oleh sekolah-sekolah Muhammadiyah dan Aisyiah yang terdiri dari TK, SD, SMP, Mts, Madrasah Aliyah dan Pondok Pesantren, 3 (tiga) Kesatuan Drum Band dan Anggota Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Selasa, 27 September 2016

Manajemen


MANAJEMEN DALAM SEGALA HAL

Dalam manajemen ada istilah yang dikenal dengan POAC. Istilah POAC merupakan akronim dari Planing, Organizing, Actuating, dan Controlling. Untuk mencapai sebuah tujuan diperlukan manajemen yang baik, sedangkan manjamen akan baik hanya terwujud jika didahului dengan perencanaan (planing) yang baik, dengan planing yang baik pun tidak akan bermanfaat jika tidak ada kerja sama pada bagain-bagian yang terpisah untuk mencapai tujuan yang diinginkan (organizing), semua yang direncanakan harus ditentukan langkah-langkah apa yang akan dilakukan menentukan siapa yang mengerjakan ini? Atau tugas ini menjadi tanggung jawab siapa? Yang merupakan tindak lanjut dari rencana. Selanjutnya setelah ada rencana dan pengorganisasian yang baik maka waktunya untuk aktualisasi atau pelaksanaan (Actuating). Semua rencana dan pengorganisasian tidak akan menghasilkan apa-apa karena semua masih berupa konsep, konsep hanya akan menunjukkan hasil ketika telah memasuki tahap pelaksanaan. Ketika telah dilaksanakan pun bukan berarti tugas dalam manajemen berakhir, masih ada pengawasan dan evaluasi. Apakah apa yang direncakan telah benar, apakah organiasinya telah berjalan atau malah sebagian menjadi tumpang tindih. Apakah semua yang disusun setelah dilaksanakan benar-benar berhasil mencapai tujuan yang diinginkan? jika tidak, maka dilakukanlah evaluasi. Evaluasi menjadi koreksi terhadap hasil yang diperoleh, jika gagal maka dilihat kembali apa yang menyebabkan kegagalannya, jika telah berhasil mencapai yang dicita-citakan maka terus dipertahankan dan dikembangkan agar lebih baik lagi.

Setiap orang perlu mengerti tentang manajemen. Karena segalanya sesuatu memerlukan keteraturan, jika tidak teratur maka akan terjadi kekacauan. Untuk meminimalisir atau menghindari kekacauan itu diperlukan kecerdasan dalam bidang manajemen.   

Senin, 19 September 2016

JANGAN PACARAN!

MASIH PACARAN???
Jadikan S.A.H (Sudahi atau Halalkan)
Oleh : Abu Quhava Ahda Al-Banjary




Budaya pacaran dianggap hal yang biasa oleh sebagian besar orang, terlebih saat ini dunia intertaintment seolah mengajarkan agar setiap orang, bahkan anak bau kencur sekalipun untuk menjalin hubungan yang mengatasnamakan cinta yang biasa disebut pacaran.

Minggu, 18 September 2016

Silaturrahim LP3M / ITMAM

SILATURRAHIM LP3M DENGAN PONPES NURUL AMIN
DAN WARGA MUHAMMADIYAH HSU

 KH. Yunus Muhammadi (Ketua LP3M PP Muhammadiyah )dan KH. Ahmad Hadi Abwa ( Direktur Ponpes Nurul Amin)


Bertempat di aula pondok pesantren Nurul Amin kegiatan silaturrahim Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah (LP3M) dengan pimpinan dan warga Muhammadiyah di lingkungan PDM Hulu Sungai Utara berlangsung cukup khidmat. Ketua LP3M yang hadir KH. Yunus Muhammadi yang juga merupakan ketua ITMAM ( Ittihadul Ma'aahid Al- Muhammadiyah) sekaligus Mudir Ponpes Imam Syuhodo Jawa Tengah menyatakan bahwa lembaga Pondok pesantren merupakan lembaga yang ideal yang mampu mencetak kader-kader persyarikatan di masa depan, selain itu ponpes juga mampu menghasilkan insan yang berkualitas baik dalam ilmu dunia maupun ilmu agama (akhirat). Beliau juga menyatakan bahwa sebagian besar pondok pesantren Muhammadiyah sedang berusaha untuk maju dan bersaing dengan pondok-pondok lain, untuk mencapai setidaknya da beberapa hal yang harus diperhatikan di antaranya terkait struktur organisasi dan kurikulum. Pondok pesantren harus melakukan reformasi kalau perlu malah melakukan revolusi agar mampu menjadi lembaga yang berkualitas.

Selasa, 13 September 2016

IBADAH QURBAN DI MA'HAD NA

SEMANGAT BERQURBAN DI PONPES NURUL AMIN MUHAMMADIYAH ALABIO
"Refleksi Ketundukan Ibrahim As serta membumikan semangat Gawi Sabumi"

Rabu (14/9), santri Pondok Pesantren Nurul Amin Bahu membahu dalam kegiatan penyembelihan hewan Qurban. Satu ekor sapi dari shahibul qurban sengaja diserahkan kepada ponpes Nurul Amin agar ibadah qurban dapat dilaksanakan secara mandiri dan disaksikan oleh para santri. Meskipun tidak dilaksanakan di tanggal 10 Dzulhijjah, pelaksanaan ibadah qurban di hari tasyrik ini masih sangat berkesan dan tak kehilangan auranya.
Kegiatan ibadah qurban yang dilaksanakan tahun ini cukup spesial mengingat pada tahun sebelumnya para santri diliburkan dan menyaksikan prosesi ibadah qurban di kampungnya masing-masing, namun tahun ini santri diminta berhadir pada pelaksanaan ibadah qurban meskipun juga diizinkan libur saat pelaksanaan hari raya Idul Adha. Kegiatan ini sendiri mengembalikan semarak pelaksanaan ibadah qurban  yang pernah dilaksanakan beberapa tahun lalu, selain itu dalam kegiatan kali ini seluruh santri dan sebagian Ustadz terlibat langsung dalam setiap kegiatan, diharapkan kegiatan kali menjadi pembelajaran berharga bagi para santri agar mengerti setiap tahapan pelaksanaan ibadah qurban tertuatama terkait tatacara penyembelihan sesuai syariat islam serta mengembangkan budaya gotong royong dalam pengelolaan daging qurban.
Para  santri yang terlibat dalam kegiatan kali ini mengaku senang  dengan kegiatan ini dan berharap momen seperti berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Senin, 12 September 2016

Ibadah Qurban


MANAGEMENT PENGELOLAAN IBADAH SOSIAL
"Menghindari Mudarat meraih Manfaat"
 oleh : Abu Quhava Ahda Al-Banjary



Ibadah Qurban menjadi rutinitas sebagian besar kaum muslimin yang memiliki kelebihan harta di tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah, bahkan sebagian mustad'afin pun tetap semangat untuk berkurban di tengah keterbatasan. Ibadah yang meneladani Nabi Ibrahim dan Ismail ini merupakan perwujudan kecintaan yang amat tinggi kepada yang sepantasnya mendapatkan cinta yakni Allah SWT dan juga bentuk kecintaan kepada sesama dalam bentuk ibadah sosial yang imbasnya dirasakan masyarakat secara luas.
Shahibul Qurban seyogyanya memahami bahwa ibadah Qurban bukan hanya sesuatu yang zahir terlihat, disaksiakn dan dirasakan oleh orang lain, tetapi lebih dari itu merupakan kesadaran akan hakikat sebenarnya dari ibadah qurban yakni berupa pendekatan diri kepada Allah dan perwujudan ketakwaan. Karena hewan yang disembelih ataupun darah yang dialirkan dalam ibadah qurban tidak akan sampai kepada Allah, yang sampai adalah ketakwaan dari orang yang berqurban (shahibul qurban)

Kamis, 08 September 2016

Hiburan dan Tontonan

TONTONAN DAN DAMPAK BURUKNYA
Oleh Abu Quhava Ahda Al-Banjary



Tayangan televisi sudah sangat memprihatinkan, tontotan yang disajikan lebih banyak berisi muatan-muatan (konten)yang berpotensi merusak karakter para pemirsanya. Memang diakui beberapa acara televisi masih berisi materi yang baik dan bermanfaat, namun jika dipersentasekan jumlahnya tidak sebanding dengan tayangan yang bersifat merusak.

Rabu, 07 September 2016

Spirit Warga Muhammadiyah

WARGA MUHAMMADIYAH DAN FARDHU KIFAYAH
(Semangat Ibadah Secara Kolektif)
oleh : Abu Quhava Ahda Al-Banjary




Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Alabio (salah satu daerah di Kab. Hulu Sungai Utara) kurang lebih enam belas tahun yang lalu, ada sebuah kegiatan yang sangat berkesan (kalau boleh disebut budaya) yang dilakukan oleh warga Muhammadiyah  yang baru penulis temukan, meskipun penulis juga lahir dari keluarga Muhammadiyah namun ada sedikit perbedaan terkait budaya tersebut antara di Alabio dengan di tempat lahir penulis. Alabio yang dikenal sebagai tempat awal tumbuhnya organisasi Muhammadiyah di Kalimantan memang termasuk basis organisasi yang cukup kuat. Namun saat ini sebagaimana daerah lain, Alabio cukup kesulitan melahirkan kader militan serta berwawasan berkemajuan dalam menjaga dan mengembangkan organisasi yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan ini.

Muhasabah

Cerdas Menyikapi Kekurangan dengan Muhasabah Diri
oleh : Abu Quhava Ahda Al-Banjary



Ketika sekolah mungkin kita masih ingat sebuah pribahasa  "Semut di seberang lautan tampak, Gajah di pelupuk mata tak tampak". Pribahasa ini paling tidak menggambarkan tentang keadaan seseorang yang sangat melihat sesuatu yang jauh, meskipun sangat kecil. Di waktu yang sama ia malah tidak melihat sesuatu  yang dekat dengannya, meskipun hal itu sangat besar. Hal terkait penomena semut dan gajah di atas tampak menjadi sesuatu yang kelihatan mustahil terjadi, karena bagaimana orang mampu melihat sesuatu yang kecil dan jauh dan malah tidak mampu melihat yang besar lagi dekat. Akan tetapi kenyataannya memang terjadi dalam realita kehidupan makhluk yang bernama manusia, sering orang lebih awas akan sesuatu yang ada pada orang lain, terlebih lagi jika itu aib dan kekurangan. Tetapi ia seolah buta akan apa yang ada pada dirinya meskipun itu jauh lebih besar dari aib dan kekurangan orang lain.

Tajdid dan Tarjih

Tajdid, Manhaj Tarjih, dan Produk Hukum Majelis Tarjih

 oleh : Wawan Gunawan Abdul Wahid


Tajdid bagi Muhammadiyah merujuk pada dua pengertian sekaligus. Pertama tajdid bermakna dinamisasi. Kedua, tajdid bermakna purifikasi, pemurnian. Ketika Kiai Dahlan mengoreksi arah kiblat Masjid Gedhe, Kiai sedang lakukan tajdid dalam dua pengertiannya sekaligus. Al-Qur’an dan Hadits mengajarkan bahwa arah wadag shalat kaum Muslimin mesti menuju ke kiblat Baitullah. Untuk mengaplikasikan ajaran Islam itu Kiai gunakan pengetahuan “baru’ yang jarang digunakan oleh umat Islam saat itu.

Selasa, 06 September 2016

Teknologi dan Medsos



TEKNOLOGI DAN PENGGUNAANNYA
(upaya menyikapi perkembangannya dengan bijaksana)
bagian terakhir
oleh Abu Quhava Ahda Al-Banjary
 

Hampir rata-rata anak saat ini telah mengenal Gadget, bahkan beberapa anak balita lebih mengenal Gadget sebelum ia mampu berjalan dan mengenal yang lain, misalnya huruf dan angka.  Semua ini bisa terjadi karena proses interaksi anak dengan Gadget sejak usia dini melalui oleh orang-orang disekitarnya, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Secara langsung adalah ketika orang tua memang secara sadar memberikan Gadget untuk anaknya sebagi alat untuk bermain atau sebagai penenang di waktu rewel, meskipun ada yang menganggapnya sebagai proses belajar bagi anak. Sedangkan secara tidak langsung adalah ketika anak menyaksikan bagaimana anggota keluarga sering menggunakan Gadget miliknya bahkan tampak sangat sibuk dengannya ,